Salam Pramuka,
SEMARANG-Menjadi seorang asesor bukan sekadar memeriksa berkas di atas kertas, melainkan menangkap realita apa adanya. Semangat itulah yang ditekankan oleh Kakak Budi dalam sambutan Upacara Pembukaan hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesor Sertifikasi Gugusdepan Kwarda Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2026).
“Memotret tanpa memoles, menilai tanpa menghakimi,” pesan Kakak Budi dengan lugas di hadapan para peserta yang berkumpul di Aula (Buper) Candrabirawa, Karanggeneng, Gunung Pati, Semarang.
Ajang Peningkatan Mutu Satuan
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini merupakan langkah strategis Kwarda Jawa Tengah dalam menjamin kualitas Gugusdepan (Gudep) sebagai ujung tombak pembinaan karakter anggota muda.

Pola pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid:
Dua hari pertama: Dilaksanakan secara online untuk pendalaman materi regulasi dan instrumen.
Dua hari terakhir (28 Februari – 1 Maret 2026): Dilaksanakan secara onsite di Buper Candrabirawa untuk simulasi dan aplikasi lapangan.
Siap Terjun ke Lapangan
Setelah berjibaku dengan materi teknis, hari keempat besok (Minggu, 1/3) akan menjadi momen krusial. Para calon asesor akan melakukan penerjunan langsung ke Gugusdepan untuk mempraktikkan pengisian borang instrumen sertifikasi melalui metode visitasi.
Hasil temuan di lapangan nantinya tidak hanya menjadi angka, tetapi akan dibawa kembali ke forum untuk dilakukan evaluasi kegiatan dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Hal ini dilakukan agar proses sertifikasi benar-benar menjadi sarana pembinaan, bukan sekadar beban administrasi bagi pembina di Gudep.